Liputan Acara

28 12 2007

“Dauroh / Pelatihan untuk pengurus RMBU”

Selasa, 25 Desember 2007 lalu, KAUNI telah menyelenggarakan Dauroh / Pelatihan untuk pengurus RMBU. Dauroh ini hasil kerja kerasnya divisi LitBang dan KAUNI RMBU yang lainnya. Sebagai informasi, struktur kepengurusan KAUNI yang baru terdiri dari 2 divisi yaitu : Divisi LitBang dan Divisi Media & Info (mengenai job desc-nya mungkin akan disampaikan kemudian).

Dauroh dimulai jam setengah 8 pagi sampai jam setengah 6 sore. Meskipun seharian, peserta yang berjumlah 33 orang tetap antusias mengikuti acara sampai selesai. Peserta tidak seluruhnya adalah pengurus RMBU, karena KAUNI juga mengundang pengurus Rohis dari sekolah lain di Sukabumi seperti SMA 2, SMA 3, dan MAN, ya supaya ilmunya bisa dibagi-bagi ke sekolah lain (tentunya dengan tetap memfokuskan ada kondisi yang terjadi di RMBU).

Semua pembicara adalah anggota KAUNI alias alumni SMA 1. Ada Kang Ginting (’04) yang menyampaikan materi tentang mengenal diri sendiri. Kemudian Kang Rizal (’02) menyampaikan materi tentang dakwah sekolah. Dan Kang Musa (’00) menyampaikan materi tentang manajemen organisasi. Tak mau ketinggalan Pak Yudiwa (’80-an), meyampaikan tausiyahnya.

Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Semoga bisa menjadi awalan yang baik untuk ke depannya. Peserta pun menunggu follow up dari Dauroh ini. Insya Allah KAUNI tak berhenti sampai di sini. Karena itu, kami tunggu alumni lain yang ingin berpartisipasi. Tetap semangat !!





Sudahkah Diri Kita Bermanfaat?

2 12 2007

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR Ath Thabrani)

Dalam batasan nurani manusia yang masih lurus, seorang muslim akan sangat ingin dirinya bermanfaat bagi orang lain, bahkan bagi kehidupan sesama makhluk. Maka harga kebaikan seseorang adalah kadar manfaat dirinya bagi orang lain. Seberapa besar seseorang memberi manfaat bagi kehidupannya, sebesar itu pula ia berharga. Karenanya, menjadi orang yang bermanfaat artinya harus memberi kontribusi bagi orang lain.

Kelelahan yang semu dan ketidakpuasan yang tak habis-habisnya akan sangat terasa, saat kita melakukan suatu aktifitas yang berorientasi kepentingan pribadi, hanya untuk mencari pengalaman, hanya untuk kesenangan, hanya untuk melejitkan potensi diri sendiri.

Maka jadilah seperti pohon kurma, “perumpamaan seorang mu’min adalah seperti sebatang pohon kurma ,apapunyang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu” (HR Ath Thabrani).

“Manakala hidup ini hanya untuk diri kita, maka akan tampak bagi kita bahwa kehidupan kecil dan singkat. Yang dimulai sejak kita memahami arti hidup dan berakhir hingga batas umur kita. Tetapi apabila kita hidup juga untuk orang lain, maka jadilah hidup ini bermakna panjang dan dalam. Bermula dari adanya kemanusiaan itu sendiri dan berlanjut sampai kita meninggalkan dunia ini” (Sayyid Quthub)

Sudah berartikah hidup kita? Sudah bermaknakah langkah kita? Sudah bermanfaatkah waktu kita? Sudahkah kita berada dalam shaf yang rapi untuk melejitkan potensi? Mari kita berkaca diri. Mari kita menyadari, bahwa seharusnya kita berperan sebaik-baiknya, memberi kontribusi sebanyak-banyaknya dan beramal sebesar-besarnya.

“The Best Of You Is The Most Contributing For People”

Menyemai diri, menjadi yang terbaik adalah pilihan yang menjanjikan. Menjanjikan kebaikan diri, kebaikan bersama dan kebahagiaan keberartian, yang tak mungkin dirasakan oleh mereka yang tak pernah memberi apapun bagi kehidupan sesama





Mukaddimah

7 11 2007

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Segala puji hanyalah pantas ditujukan kepada Allah swt, penguasa hidup setiap makhluk-Nya, yang tetap memberikan sebuah kesempatan amat berharga kepada kita untuk tetap bisa merasakan ni’matnya berda’wah, berkorban dan berjihad di jalan Allah yang mulia ini.

Tentu saja ni’mat sebegitu besarnya tak akan pernah kita siakan dan tentu juga tak akan pernah rela kita lepaskan. Saudaraku, hanya dengan tetap bersilaturahim-lah, kita tetap bisa saling mengingatkan bahwasanya amanah khalifatullah fil ardl ini adalah berat, terja, dan penuh duri, tapi pasti akan berujung pada suatu keindahan yang abadi.

Wallahua’lam bishshawab.

 

Ya Allah,

Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu,
telah berjumpa dalam taat pada-Mu,
telah bersatu dalam da’wah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syari’at-Mu.

Kokohkanlah ya Allah ikatannya.Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya
Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakkal kepada-Mu.
Nyalakanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu.
Matikanlah dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah sebai-baik penolong..